Search

Startup Lokal Luncurkan AI Asisten Bisnis untuk UMKM, Permudah Operasional dan Tingkatkan Penjualan

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia semakin pesat. Terbaru, sebuah startup lokal bernama NexaCore resmi meluncurkan AI Asisten Bisnis yang dirancang khusus untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Teknologi ini diklaim mampu membantu pemilik usaha menjalankan operasional harian secara lebih efisien, mulai dari manajemen stok hingga pembuatan konten pemasaran.

CEO NexaCore, Dimas Fakhri, menyampaikan bahwa produk ini hadir untuk menjawab tantangan terbesar UMKM, yaitu keterbatasan sumber daya manusia dan waktu. “Banyak pelaku UMKM harus mengerjakan semuanya sendiri. Dengan AI Asisten Bisnis, mereka bisa otomatis membuat laporan keuangan sederhana, memantau stok barang, menjawab pertanyaan pelanggan, dan bahkan membuat materi promosi dalam hitungan detik,” ujarnya.

Salah satu fitur unggulan yang banyak menarik perhatian adalah AI Chat Commerce, yang memungkinkan bisnis membalas pesan pelanggan secara otomatis melalui WhatsApp, Instagram, dan marketplace. Sistem ini dapat mengenali pola pertanyaan, merekomendasikan produk, serta memberikan estimasi ongkir secara real time. Fitur tersebut dinilai sangat relevan mengingat tingginya tingkat transaksi jual beli yang terjadi melalui pesan langsung.

Selain itu, AI tersebut juga dapat membantu UMKM membuat konten pemasaran seperti poster, caption media sosial, hingga deskripsi produk. Teknologi ini memanfaatkan model bahasa yang dapat menghasilkan konten sesuai karakter brand, sehingga pelaku UMKM tidak perlu lagi menghabiskan waktu berjam-jam untuk membuat materi promosi.

Para pelaku usaha yang telah mencoba teknologi ini mengaku merasakan manfaat signifikan. Rani, pemilik toko fashion online di Bandung, mengatakan bahwa penjualan tokonya meningkat setelah menggunakan fitur otomatisasi. “Balasan lebih cepat, pelanggan jadi tidak menunggu lama. Konten untuk promosi juga jadi lebih konsisten. Saya bisa fokus ke pengembangan produk, bukan lagi ke hal-hal kecil yang menghabiskan energi,” kata Rani.

Meski membawa angin segar, kehadiran AI Asisten Bisnis juga memicu kekhawatiran mengenai potensi berkurangnya tenaga kerja manusia di sektor UMKM. Menanggapi hal tersebut, analis teknologi digital, Aldo Pranata, menegaskan bahwa teknologi ini tidak bertujuan menggantikan manusia, tetapi justru membantu meningkatkan produktivitas. “UMKM skala kecil biasanya tidak mampu merekrut banyak karyawan. AI hadir bukan untuk mengurangi tenaga kerja, tetapi untuk mengisi kekosongan operasional agar bisnis dapat berkembang,” jelasnya.

Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM menyambut baik inovasi tersebut dan berencana menjalin kerja sama untuk memperluas akses teknologi bagi pelaku usaha di daerah. Pemerintah menilai bahwa integrasi teknologi merupakan faktor penting dalam mendorong daya saing UMKM di tengah perubahan ekonomi digital.

Dengan hadirnya teknologi seperti AI Asisten Bisnis dari NexaCore, digitalisasi UMKM diprediksi akan semakin cepat. Inovasi ini diharapkan dapat membuka peluang baru, meningkatkan efisiensi, serta membantu jutaan pelaku usaha lokal naik kelas di pasar digital yang semakin kompetitif.

Bagikan:

Rekomendasi untuk Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INFO!

WEBSITE INI BELUM DIBAYAR!